Proses Pembuatan Story Board
Storyboard adalah visualisasi ide dari aplikasi yang akan
dibangun, sehingga dapat
memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan atau tepat. Storyboard
secara gamblang memberikan tata letak visual dari adegan seperti yang terlihat
melalui lensa kamera.
Yang perlu diperhatikan terlebih dahulua adalah prinsip story bord itu sendiri. Seorang pembuat Storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tim. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.
Yang perlu diperhatikan terlebih dahulua adalah prinsip story bord itu sendiri. Seorang pembuat Storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tim. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.
Sebelum membuat Storyboard, disarankan untuk
membuat cakupan Storyboard terlebih dahulu dalam bentuk rincian naskah yang kemudian
akan dituangkan detail grafik dan visual untuk mempertegas dan memperjelas
tema. Batasan produksi terakhir akan dijelaskan supaya sesuai dengan jenis
produksi yang ditentukan, misalnya Storyboard akan digunakan untuk film, iklan,
kartun
ataupun video lain.
ataupun video lain.
Untuk proyek tertentu, pembuat Storyboard
memerlukan ketrampilan
menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang
bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.
menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang
bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.
Gambar
6.1 contoh storyboard dengan framing dan angle yang detil
Untuk mempermudah membuat storyboard, maka harus dibuat sebuah
rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline
dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu untuk
mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun
supaya pekerjaan dapat berjalan.
Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan
pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan
televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film
animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan
tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound
atmosfir, dan lain sebagainya..
Penggunaan Storyboard jelas
akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya. Format apapun yang
dipilih untuk Storyboard, informasi berikut harus dicantumkan:
1. Sketsa atau gambaran layar,
halaman atau frame.
2. Warna, penempatan dan ukuran
grafik, jika perlu.
3. Teks asli, jika ditampilkan
pada halaman atau layar.
4. Warna, ukuran dan tipe font
jika ada teks.
5. Narasi jika ada.
6. Animasi jika ada.
7. Video, jika ada.
8. Audio, jika ada.
9. Interaksi dengan penonton,
jika ada.
10. Dan hal-hal yang perlu
diketahui oleh staf produksi
Langkah - langkah dalam membuat storyboard sebagai
berikut :
1.
Catat poin-poin penting,
ide, serta konsep yang akan di masukan didalam storyboard.
2.
Storyboard anda harus
pada dasarnya merupakan gambar
serial, dan
dilengkapi uraian semua langkah dan keterangan yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan dibuatnya film .
3.
Membuat sketsa kasar
visual untuk semua frame
4.
Visual dengan jelas menampilkan adegan utama,
5.
Storyboard
dapat dirancang
menggunakan dikertas dengan coretan dan tulisan manual atau dengan perangkat lunak seperti Microsoft Word
Gambar
6.1 contoh storyboard dengan kaertas secara manual
Dari contoh diatas bisa diambil
kesimpulan ,Jangan beranggapan bahwa Storyboard itu hal
yang susah, bahkan point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana
materi diajarkan sudah lebih dari cukup. Cara membuatnya juga cukup dengan
software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai, tidak perlu
muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat Storyboard professional.
No comments for "Proses Pembuatan Story Board"
Post a Comment